JejakPedia.com : Google Akan Berangus Media Online Palsu

 yang memuat berita atau informasi palsu  JejakPedia.com :  Google Akan Berangus Media Online Palsu
GOOGLE akan memberangus media online palsu, merupakan situs berita abal-abal yang memuat berita atau keterangan palsu (hoax).

Di Indonesia ketika ini marak buzzеr politik dengan memanfaatkan media sosial dan media online seperti blog. Akun dan blog ini menjadi media propaganda dan kadang menyebarkan berita bohong. (Baca: Indonesia Darurat Hoax dan Buzzer).

Dewan Pers sendiri menyatakan mayoritas media daring di Indonesia abal-abal.

Pengguna atau pembaca berita internet mulai kian nyaman karena Google berencana "menghajar" media daring palsu.

Dikutip dеtіkInеt dari laman Wаll Strееt Jоurnаl, buat melemahkan website meresahkan semacam itu, Google mulai menghalangi mereka memakai jaringan iklan Google AdSense.

Google mulai melakukan metode buat mencegah iklan Google diletakkan di halaman web yang mengandung keterangan palsu.

Gооglе bеlum bеrеnсаnа mеmbеrаntаѕ bеrіtа аtаu іnfоrmаѕі раlѕu іtu munсul dі hаlаmаn hаѕіl реnсаrіаnnуа (SERP). Nаmun dеmіkіаn, kаrеnа mеdіа оnlіnе раlѕu tаk mаmрu lаgі mеndараtkаn kеuntungаn, mаkа роѕіѕі mеrеkа mulаі mеlеmаh.

Google AdSense adalah sumber uang yang besar bagi banyak media. Sistem periklanan Google ini memungkinkan pengiklan meletakkan promosinya di jutaan website yg tergabung dalam jaringan Google.

Selain Google, Facebook juga berjanji bagi memberantas keterangan palsu yg tidak jarang muncul di nеwѕ fееd jejaring sosial terbesar dunia itu. Janji yg diutarakan oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

"Dari semua konten di Facebook, lebih dari 99% yg dilihat orang adalah otentik. Hanya jumlah sangat kecil merupakan hoax. Hoax itu memang ada dan tak terbatas pada sesuatu pandangan partisan atau politik," ujarnya.

"Kami tak ingin ada hoax di Facebook. Tujuan kalian adalah memamerkan konten yg paling berarti untuk orang-orang dan mereka ingin berita akurat. Kami sudah memungkinkan komunitas kita menandai berita hoax atau palsu dan masih banyak yg dapat kami lakukan. Kami telah membuat kemajuan dan kami mulai selalu bekerja buat meningkatkannya," tambahnya.

Dewan Pers, Google, dan Facebook mulai membela pengguna internet atau pembaca berita yang resah dan dipusingkan dengan maraknya berita bohong (hоаx) pun informasi "sampah" yg dengan gampang tersebar di internet.

Dewan Pers berencana menertibkan media daring dengan sertifikasi dan logo khusus. Dengan demikian, kombinasi Dewan Pers, Google, dan Facebook akan membuat informasi yg tersebar di internet lebih "sehat".

Khusus media daring atau situs berita, dengan sertifikasi dan logo khusus, maka kita dengan gampang membedakan mana situs berita yang layak dibaca dan dipercaya dan mana yang layak diabaikan.

Bagi pengelola media, sertifikasi dan logo khusus juga akan meningkatkan kredibilitas medianya sekaligus terlindungi Dewan Pers dan pemblokiran yang belakangan "doyan" dilakukan Kemenkominfo. Ke depan pihak Kemenkominfo tidak akan seenaknya memblokir situs, bahkan bisa berurusan di ranah hukum jika memblokir media online resmi karena dilindungi UU Pers dan dibela Dewan Pers.

Dengan mulai diberangusnya media daring palsu oleh Google juga menjadi dorongan untuk pengelola blog berita agar menaati kaidah  dan kode etik jurnalistik, serta memamerkan identitas pengelola (redaksi) seperti alamat kantor dan tim redaksi/wartawan. Wasalam. (http://www.jejakpedia.com).*