Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Warunk The Sastro, Nuansa Jogja Tempo Dulu Terbaru di Tengah Kota


 Bila Kamu tidak memiliki durasi yang lumayan buat menikmati atmosfer asri khas perdesaan kala bertamu ke Yogyakarta, bertamu ke Warunk The Sastro bisa jadi dapat jadi jalan keluarnya. Kamu dapat menikmati atmosfer itu di tengah berisik pikuk Kota Siswa di gerai makan yang terdapat di di Jalan. Patangpuluhan Nomor. 11, Wirobrajan, Yogyakarta ataupun 1 kilometer dari Istana Ngayogyakarta Hadiningrat itu.


Warunk The Sastro memperkenalkan rancangan pendopo joglo yang hendak bawa wisatawan ke atmosfer Yogyakarta tempo dahulu. Semacam dikenal, pendopo joglo merupakan gedung yang umum ditemui di area perdesaan di Yogyakarta serta difungsikan bagaikan gedung dusun.

Atmosfer peredesaan telah terasa dari gapura masuk Warunk The Sastro. Tidak hanya pendopo joglo, Kamu pula hendak disambut oleh beberapa pondok bambu ataupun bale- bale yang bisa dipakai wisatawan buat menikmati persembahan dengan cara lesehan.

Istimewanya lagi, di ujung selatan ada arca lembu yang terbuat semirip bisa jadi dengan lembu betulan buat membuat atmosfer perdesaan kian terasa. Ditambah lagi dengan kehadiran jebakan bermuatan kukila perkutut serta sepeda onthel yang digantung di sudut- sudut pendopo joglo.

Sembari menunggu menu yang dipesan, Kamu dapat berkelana buat memandang riasan bilik bermuatan kalimat- kalimat lucu dalam bahasa Jawa ataupun Indonesia. Salah satu ilustrasinya merupakan“ Saya tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete ambyar!”.

Untuk Kamu yang tiba beramai- ramai, tidak butuh takut sebab di Warunk The Sastro ada meja jauh yang bisa dipakai oleh belasan orang sekalian. Bila Kamu tiba buat bercengkrama sembari menikmati santapan saja, ada bangku teras antik seperti di rumah nenek.

Menu yang ditawarkan oleh Warunk The Sastro terhitung beraneka ragam, mulai dari menu konvensional Jawa, menu western, sampai menu khas Jepang, tercantum antara lain merupakan takoyaki. Menu konvensional Jawa yang memimpin, bagus buat santapan berat, santapan, ataupun minuman.

Bila Kamu tiba buat mencari santapan berat, tidak terdapat salahnya buat berupaya nasi pikau goreng atau bakar yang dihargai cuma Rp16. 000. Bagaikan ajudan, Kamu pula dapat memesan sambal terong dengan harga Rp6. 000.

Buat santapan, menu yang pantas buat dicoba merupakan santapan konvensional Jawa semacam tempe mendoan, bakwan, telo( ketela pohon) goreng, pisang goreng serta kroket kentang yang seluruhnya dihargai dengan harga Rp8. 000. Bila mau yang sedikit berlainan, terdapat rondo royal yang tidak lain merupakan tape goreng dengan isian gula jawa serta coklat dengan harga Rp15. 000.

Berbagai macam wedang ataupun rempah yang diseduh pastinya pantas buat menemani kunjungan Kamu ke Warunk The Sastro. Terdaftar terdapat 9 menu wedang yang terdiri dari wedang temulawak, wedang sere, wedang uwuh, wedang asem, wedang kunir asem, wedang tape telo, wedang tape ketan, wedang jahe, serta wedang jahe sere. Seluruhnya dihargai dengan harga Rp8. 000 saja.

Butuh dicatat pula kalau harga menu santapan ataupun minuman yang ada di Warunk The Sastro amatlah berkawan. Biayanya tidak lebih dari Rp25. 000 per menu, sebaliknya buat menu paket yang spesial buat wisatawan kaum dengan reservasi terlebih dulu biayanya tidak lebih dari Rp35. 000.

Bagi Pemilik Warunk The Sastro Misbahul Munir, dalam situasi wajar gerai makan kepunyaannya buka pada jam 09. 00 Wib serta tutup pada jam 24. 00 Wib ataupun sampai tengah malam. Mulai malam ataupun sehabis jam 18. 00 Wib hendak terdapat musisi yang hendak menemani wisatawan dengan buaian nada akustik dari atas pentas yang terdapat di ujung utara gedung.

Munir mengatakan kedepannya Warunk The Sastro hendak difungsikan bagaikan gerai makan sekalian pusat bawaan khas Yogyakarta. Tidak cuma buah tangan berbentuk santapan serta minuman khas, di situ hendak ada pula bermacam cenderamata semacam batik serta baju oblong dengan bermacam corak.

Setelah itu untuk Kamu yang bermukim di Jakarta serta sekelilingnya, Munir pula mengunkapkan kalau dirinya dalam durasi dekat hendak membuka gerai makan dengan rancangan yang serupa semacam Warunk The Sastro di area Cibubur, Jakarta Timur. Ia tidak membagikan data lebih lanjut bila gerai makan itu hendak dibuka.

Tetapi yang nyata, gerai makan itu diberi julukan Javanica serta bisa dipakai bagaikan tempat buat menyelenggarakan bermacam kegiatan mulai dari gabung keluarga, reuni, sampai perkawinan.